Waktu itu saat kau terbaring sakit di rumah sakit
Menahan pilu ku terdiam di tengahnya malam
Menusuk ke dalam sanu bari yang teramat dalam
Ku terdiam di balik bisingnya detak jam
Lara hati yang tak bisa lagi ku bendung
Menghancurkan setiap sendi derita yang malang
Hingga ku tak bisa berucap kata bilang
Pecah berkeping hati menyaksikan kau terbaring pilu
Derai tetes air mata bercucuran dan berlalu
Meninggalkan bekas luka hati teriris malu
Beranjak meninggalkan mu sendiri dengan infusmu
Tak sampai hati membelakangi mu
Yang sedang berjuang melawan derita sakitmu
Ku panjatkan doa diiringi pengharapan tulus Ilahi Rabbi
Semoga kau sehat, sabar, kuat menjalani
Semua takdirmu kemarin, besok dan hari ini
Ku sayang padamu
Wahai suamiku
Yang kucintaimu
Menusuk ke dalam sanu bari yang teramat dalam
Ku terdiam di balik bisingnya detak jam
Lara hati yang tak bisa lagi ku bendung
Menghancurkan setiap sendi derita yang malang
Hingga ku tak bisa berucap kata bilang
Pecah berkeping hati menyaksikan kau terbaring pilu
Derai tetes air mata bercucuran dan berlalu
Meninggalkan bekas luka hati teriris malu
Beranjak meninggalkan mu sendiri dengan infusmu
Tak sampai hati membelakangi mu
Yang sedang berjuang melawan derita sakitmu
Ku panjatkan doa diiringi pengharapan tulus Ilahi Rabbi
Semoga kau sehat, sabar, kuat menjalani
Semua takdirmu kemarin, besok dan hari ini
Ku sayang padamu
Wahai suamiku
Yang kucintaimu
Komentar
Posting Komentar