Menunggumu (pertama kali)







Ini tidak sama halnya menunggu kehadiran jodoh yang tak kunjung datang waktu itu. Dan kini menunggumu ternyata lebih rumit dari itu. Menunggu jodoh yang dirahasiakan Allah Subhana Wa Ta’ala juga cukup menguras fikiran dan perasaan. Berkali kali dipertemukan dengan yang berkeinginan “bersama” tapi lambat laun namun pasti mundur dengan teratur. Tapi kali ini menantimu berkali kali tak pernah menjemukan meski terkadang harapan lebih dari biasanya, walaupun (lagi) kau tak kunjungan memperlihatkan tanda hadirmu. 

Persis ketika banyak yang “menghampiri” tapi hanya “singgah” tak “menetap”. Ku biarkan ku ikhlaskan karena ku tau Dia punya rencana yang lebih besar lebih indah dan akan “mendatangkan” yang lain yang akan “menetap lama”. Dan akhirnya dengan ikhlas ku sandarkan ku sematkan ku panjtkan segala rasa demi Ridho-Nya. Yang kini menjadi pujaan hatiku tambaan hatiku Suamiku.
Dan setelah penantian itu kini terjawab.

Aku lega ketika menanti di kedua kalinya penantian terbesarku ada dia disampingku. Menemaniku “menanti hadirmu” yang setiap saat kami munajatkan pada sang pemilik dirimu di langit sana. Semoga kau cepat menyatu dalam ragaku pun jiwaku. Aku sudah merindukanmu duhai buah hatiku, penyejuk hatiku. 

2 Juli 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suamiku - @muhhusain

HIDUPLAH BERSAMAKU