Program Kehamilan sampai Hamil



Menikah di bulan November 2016, 1 bulan sampai 6 bulan pernikahan masih santai kalau ditanya "sudah isi,?", "adami,?" "bagaimana,?". Pertanyaan pertanyaan singkat dan sesederhana itu. Tapi bulan ke 7 pertanyaan itu masih sering muncul apalaagi ketika kumpul keluarga. Dan rasanya kok semakin nusuk di hati. Tapi tetap sabar dan senyum.

Kami sama sekali tidak menunda kehamilan, kami juga merencanakannya. Tapi hanya saja Tuhan blum menjawab keinginan dan doa kami. Kami masih terus berdoa dan tetap berusaha.

Di 4 bulan pernikahan, kami pernah mencoba resep dari salah satu kk teman kami yang seorang suster. Profertil, diminum hari ke 2 haid sampai hari ke 5. Dan setelah hari ke lima, 10 hari kedepan baru boleh hb. Selama itu pula disarankan untuk makan buah apel merah 1 buah setiap hari. Tapi hasilnya saya masih haid bulan berikutnya.

Pertama kali ke dokter kandungan di Jl Urip Sumoharjo Makassar, saat bulan Mei 2017. Ke dokter untuk merencanakan kehamilan. Di berilah 4 macam obat diminum sampai habis. Sekali minum 4 macam obat itu diminum 2 kali dalam sehari. Hasilnya bulan depan saya masih haid.

Bulan Juli 2017 kembali ke dokter yang sama, dan diberi obat lagi untuk mengatur siklus haid yang tidak lancar. Karena sudah 3 bulan saya telat haid dan masih negatif. Di usg pun tidak ada tanda kehamilan. Sayapun diberi obat dan di beritahukan kalau bulan depan haid, hari ke dua datang kesini lagi. 

Akhir Bulan Agustus 2017, saya melakukan terapi urut dengan nenek di Bulukumba selama 3 hari setiap pagi. Saya dan mama setiap sholat subuh berangkat kesana.

Saat di bulukumba, saat semua keluarga tau klo saya sudah terlambat haid, semua heboh dan banyak sekali ceramah petuah larangan yang disampaikan. Sampai saya harus ke dokter malam itu juga untuk periksa. Dan sampainya di sana, dokter tidak ada hanya suster yang ada dan menyarankan untuk tespack saja. Saya lakukan dan benar saja negatif. Suster pun menyarankan untuk mengusahakan jangan menambah berat badan karena itu akan mempengaruhi kesuburan dan peluang untuk hamil.
Bulan september 2017 saya masih di bulukumba. Dan saya haid. Berinisiatiflah saya untuk datang ke dokter praktek di hari ke dua saya haid. Dan diberikanlah penjelasan dan juga obat yang harus saya minum malam itu juga dan 5 hari ke depan. Dengan catatan harus minum di waktu atau jam yang sama dengan hari sebelumnya. Dokter juga menjelaskan bahwa, salah satu sulit hamil yang saya alami karena hormon laki2 saya lebih dari perempuan biasa bisa dipihat dari panjangnya bulu dibagian kulit saya seperti tangan dan wajah. Dan disarankan juga jika bulan depan sudah di Maros. Periksanya ke Dokter yang Maros saja. Dokter di bulukumba pun memberitahu saya nama dokter yang harus saya temui.

Oktober 2017 saya kembali haid. Dan saya ke dokter yang di Maros. Saat itu obat saya masih ada jadi dia tidak memberikan obat. Dia hanya menyarankan obat untuk suami saya. Tapi kami tidak membelinya.

Desember 2017 radiah adikku dinyatakan hamil. Dan paket madu penyuburnya baru saja sampai. Dan sudah tidak boleh di konsunsi dalam keadaan hamil. Jadilah saya yang mengkonsumsinya. 2 paket itu habis kami minum berdua, saya dan suamiku.

Sudah setahun, kami juga sudah meminum madu penyubur yang saya beli di apotek, kami meminumnya sampai 3 paket. Di dalam dos madu penyubur itu ada resep jus wortel+tomat dicampur madu yang tiap hari ku buat dan ku konsumsi bersama suami. Meski kadang suami menolak meminumnya tapi sebisa mungkin dia minum.

Ku padukan juga dengan minum susu program hamil, hanya 3 dos mungkin. 

Dan setelah itu baru dengan 2 paket yang diberikan radiah untuk saya. Hasilnya belum juga terlihat. 2 paket itu memiliki 2 paket serbuk kurma muda yang juga kami konsumsi 4 jam sebelum hb. 1 sdt serbuk dicampur dgn 3 sdm madu. Tapi itu hanya kami lakukan 2 kali. Selain karena lupa, rasanya agak aneh seperti pasir pantai.

Teman juga menyarankan untuk minum folavit dan vit nature e. Masing masing 2 papan ku habiskan. Tapi belum juga berbuah.

Pernah juga seorang teman ayahku memberitahukan, meminum kuning telur mentah dicampurkan madu dan biji wijen. Tapi ini khusus suami yang konsumsi. Beberapa hari setiap pagi sebelum ke kantor mengkonsumsinya suami menderita sakit kepala berat saat siang. Dan karena itu tidak pernah lagi mengkonsumsinya.

Susu program kehamilan pun seperti prenagen dan lactamil pun tidak luput saya konsumsi meski kadang setelah habis 1 dos ada jeda beberapa hari/minggu/bulan dan baru konsumsi lagi.

Saya juga menghindari minum munuman bersoda., tidak makan durian (baik buah atau olahan dan di campur es buah), tidak makan nenas. Padahal dua buah itu kesukaan saya.

Banyak masukan dan saran kalau semua ini faktor sibuk. Dan Sejak Januari 2018 ku putuskan untuk melepaskan jabatan kerja saya di sekolah sebagai kepala sekolah. Dan niatnya untuk mengharap keridhoan Nya. Dan juga mengikuti saran dari mama. Meskipun sesekali masih sedikit disibukkan dengan beberapa urusan. Tapi tidak sesibuk dulu.

Januari 2018, paket pemijatan ku lakukan lagi. Kali ini di rumah saja di Maros. Dan berbeda sekali dengan pemijatan sebelumnya karena pemijatan kali ini hanya di bagian perut saja dan sangat sebentar. Sebelumnya di bulukumba pemijatan seluruh tubuh. Meskipun pemijatan di bagian perut kurang lebih sama perlakuannya. 

Akhir Februari 2018, saya mengkonsumsi susu herbalife. Niat ingin mengecilkan lingkar perut. Karena setelah beberapa dokter mempertanyakan berat badan saya setelah menikah yang bertambah juga setelah membaca baca tulisan artikel, salah satu kesulitan untuk hamil itu karena berat badan tidak ideal dan penumpukan lemak di perut. Susu itu saya konsumsi selama 2 bulan. Dengan aturan makan yang sudah di atur sebelumnya (menu diet).

Maret 2018 saya masih haid. Membaca banyak hal dari google tentang “cara mendapatkan keturunan”. Salah satunya yakni berpuasa selama 7 hari dan melakukan sholat tahajjud. Kadangkala meniatkan untuk melakukannya tapi sering kali tidak pernah bisa rutin. Tapi selalu berusaha untuk memaksimalkan. Jadi ku niatkan untuk melakukan sholat tahajjud setiap mampu. Dan juga sholat dhuha. Meskipun semuanya tidak maksimal tapi berusaha melakukannya dengan sebaik-baiknya.

April 2018 saya masih haid. Pernah mendengar cerita tentang haid tapi hamil. Meski dalam kondisi haid, saya juga melakukan tespack. Meski hasilnya negatif. Setelah bulan Juli 2017  lalu sempat haid tdak teratur tapi stelah bulan september 2017 sampai bulan April 2018, haid teratur datang setiap bulannya.

 Mei 2018, saat bulan Puasa. Saya tidak haid lagi. Saya tespack pun negatif. Meski bersyukur karena Ramadhan kali ini bisa full puasa tapi juga masih degdeg-an karena blum juga positif tapi tidak haid juga. Saat menjelang lebaranpun kita ke Siwa lalu ke Bone. Dan karena di siwa banyak durian dan kita di kasi jadilah pas di Bone saya makan durian banyak banget, puas banget. Padahal sebenarnya bisa tahan kok tidak konsumsi, yang penting tidak dicicipi. Karena kalau dicicipi pasti penasaran terus mau nambah nambah nambah lagi. Apalagi banyakji.

Dan saya sempat keputihan dengan bau yang sangat menyengat, tidak sedap dan terasa gatal di bagian luar vagina saya. Saya sangat khawatir. Saya pun memeriksakan ke dokter dan di berikan obat salep yang ternyata sudah saya miliki sebelum saya menikah. Tapi alhamdulillah setelah 2 minggu, keputihan itu hilang dan kembali normal.

Juni 2018. Saya masih tidak haid. Dan meski tespack, dengan hasil negatif. Meski kadang ku lakukan tiap hari tapi hasil masih sama. suamiku dapat info kalau daun buah sirsak bagus di konsumsi untuk perempuan yang sedang program kehamilan. Dan ku minumlah. 3/5/7 daun sirsak di masak dengan air 5/7/10 gelas menjadi 1/2/4 gelas. Sekitar seminggu setiap hari ramuan itu ku konsumsi. 

Akhir Juni 2018, teman suamiku memberinya serbuk kurma muda sama dengan yang pernah kami konsumsi. Tapi itu hanya untuk saya konsumsi. Sebelum tidur diminum 1 sdt serbuk 3 sdm madu dan 100ml air hangat. Karena kadang lupa. Hanya 4 kali saya konsumsi.

13 Juli karena penasaran, sudah 3 bulan telat haid tapi hasil tespack negatif. Saya ke dokter dekat rumah di Maros. Di usg dalam karena saya tdk menahan kencing. Dan hasilnya pun blum ada tanda kehamilan. Dan kata dokter salah satu faktor haid tidak teratur itu karen mengkonsumsi obat penurun berat badan. Dokterpun memberikan saya obat pelancar haid. Meski ragu untuk membelinya. Saya tetap mebeli 1 papan. Dan lebih ragu lagi saat ku konsumsi. Kadang jika kepercayaan dengan dokter muncul maka obat itu aku minum. Hanya 3 pil obat yang saya konsumsi dr sepuluh yang ku beli.

Karena belum positif, jadi tetap menjalankan pola diet meski tidak tiap hari, niat hati untuk mengecilkan perut dan mengurangi lemak di perut. Kesibukan pun tetap kulakukan. Mengendarai mobil sendiri dan pergi ke Bulukumba dan mengurus ini ono itu.

Setelah periksa saya tidak mengkonsumsi apapun tapi tetap menjalankan diet. Mengurangi makan nasi dan konsumsi tinggi protein. Dan tetap mengusahakan sholat tahajjud dan sholat dhuha, memperbanyak zikir (istigfar, tahlil, tasbih, tahmid, takbir, sholawat) dan banyak tadarrus serta berusaha menghafalkan beberapa surah pendek. Meski merasa masih sangat kurang bahkan kurang sangat.

6 Agustus 2018, saya di Antara. Saya tespack kembali. Sebelumnya saya memang pernah beli tespack lumayan banyak dari biasanya. Dan entah kenapa tespack itu tiba tiba saja ada di depan kamar mandi beberapa hari yang lalu. Ku ambil tespack itu dan menyimpannya di dalam tas. Beberapa hari sebelum ini saya selalu ada niat untuk tespack tapi selalu saja tidak jadi entah karena takut malas ragu atau tidak ada wadah untuk menampung urin.

Tapi akhirnya subuh saat bangun ku tampung urine dan meletakkan di luar kamar mandi di antara. Sholat berjamaan dengan suami. Dan kembali ke kamar mandi membawa tespack dengan sembunyi dari suami. Ada rasa deg degan dan takut saat mencelupkan stik tespack ke dalam urine. Dan ku lihat 1 garis merah terang muncul dan aku langsung menghela nafas tanda kecewa dan dalam hati (blum rezeki). Tapi beberapa detik kemudian tanganku gemetaran dan seakan tidak percaya kalau 1 garis merah lebih muda dari yang satu muncul lagi. Dan tandanya positif hamil. Bergegas keluar dari kamar mandi dan memperlihatkan ke suami. Aku masih bergetar dan meneteskan air mata haru. Suami pun sangat bahagia dan mengecup pipiku. 

Seharian di rumah Antara sendirian, tidak melakukan sesuatu yang berat seperti mencuci menyapu dan naik tangga. Lebih banyak di tempat tidur. Makan pun rasanya seperti lapar terus. 

Menunggu suami pulang supaya bisa ke dokter malam itu juga. Saya sudah menelphon Apoteknya. Sampai di dokter jam 8 malam di usg dan dinyatakan positif hamil dengan umur kandungan 6 minggu.

Terharu Bersyukur Bahagia Senang Gembira

Akhirnya doa doa kita, usaha usaha kita terjawab. 

Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan sampai ke dunia ini dan seterusnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suamiku - @muhhusain

HIDUPLAH BERSAMAKU