Pertama Kali - Bukan Hari Pertama

Matahari waktu itu lumayan terik ketika kau berlalu dihadapanku, benar-benar berlalu sampai wangi parfummu lekat tercium olehku kala itu. Tapi masih dua langkah kau melewati tempatku berdiri dengan segenggam handphone di tanganku, langkah kakimu kembali tepat di hadapanku. Kau berdiri tegap dan sangat rupawan saat itu dibenakku. Kau lebih tampan dari profil picture facebook atau whatsapp mu, aku jadi malu.

Dua detik kau berada di depanku dan sekejap mata mengulurkan tanganmu dan berkata "saya husen" , tanpa spasi ku katakan "dila". RM Raja Muda, 6 Agustus 2016 Jam 1 lewat 6 menit, saat itu amat sangat menegangkan. Tidak lain karena jika hari itu tidak berkesan, dan Allah SWT tidak memberikan percikan rasa tertarik diantara kita. Tidak akan ada hari setelah ini untuk kita.

Masih semenit kita berdiri tanpa ada pembahasan lanjutan ketika namamu kau sebut dan namaku ku sebut. Kita beranjka pindah tempat makan, disana bapakku sudah menunggu. Bukan. Bukan menunggu kita karena dia sama sekali tidak tahu menahu tentang "ajang pertemuan" ini. 

Baju Kemeja putih lengan panjang tetapi menjadi pendek karena kau lipat pergelangannya beberapa kali lipatan dengan celana cino coklat kau tampak tampan. Aku suka.

RM Salewangang mungkin akan jadi saksi bisu kehangatan yang terjalin antara orangtuaku dan om tantemi serta kecanggungan yang terjadi pada kita. Setengah jam berlalu dan kita pun berpisah.

Ku tanamkan dalam hati, "jika pertemuan ini membuahkan hasil yang diinginkan mama, 1 atau 2 hari kedepan dia akan menghubungiku, tapi jika 1 atau 2 hari kedepan tak ada kabar, maka bisa dipastikan kalau dia tidak tertarik dan mungkin saja dia bukanlah orang yang tepat".

Saat berpisah, ku pandangi lekat dari belakang dan samping tapi sedikit dari depan. Kau laki-laki yang perfect, rapih, bersih, wangi, sopan dan tidak mungkin jika tidak ada perempuan yang berusaha mendekat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suamiku - @muhhusain

HIDUPLAH BERSAMAKU